Fakta, Aktual dan Profesional

Gangguan Listrik Tak Kunjung Usai, Warga Kualuh Leidong Geram dan Ancam Aksi ke PLN

Labuhanbatu Utara | VALITO.co – Warga Kecamatan Kualuh Leidong, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), kembali menyuarakan kekecewaan mendalam atas gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari. Gangguan yang terjadi 5 hingga 6 kali dalam sehari ini tidak hanya mengacaukan aktivitas warga dan ibadah, tetapi juga merusak peralatan elektronik dan memicu rencana aksi protes ke kantor PLN.

Kronologi dan Dampak yang Ditimbulkan

Menurut penuturan warga kepada media pada hari ini, Minggu (14/12/2025), pemadaman listrik di wilayah ini sudah menjadi kejadian rutin yang sangat mengganggu.

Berikut adalah dampak utama yang dirasakan masyarakat berdasarkan laporan warga:

· Kerusakan Barang Elektronik: Banyak peralatan rumah tangga seperti kulkas, lampu, dan cosmos (kompor listrik) mengalami kerusakan akibat fluktuasi tegangan yang ekstrem dari pemadaman yang berulang.
· Gangguan Aktivitas Ibadah: Warga mengeluhkan pemadaman yang kerap terjadi tepat pada waktu salat Magrib dan Isya, sehingga mengganggu kekhusyukan beribadah.
· Aktivitas Harian Terganggu: Pedagang seperti Heri mengeluh usaha mereka lumpuh karena listrik yang hidup-mati. Ia menyatakan kerusakan kulkasnya didiagnosis akibat gangguan listrik mendadak.
· Kurangnya Komunikasi: Warga merasa kesal karena pemadaman dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya dari PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Tanjung Balai.

Kekecewaan yang menumpah telah memicu gelombang protes di kalangan masyarakat. Dalam beberapa grup percakapan daring, warga yang didukung sejumlah organisasi masyarakat, aktivis, dan praktisi hukum mulai merencanakan aksi unjuk rasa ke kantor PLN ULP Tanjung Balai.

Tuntutan mereka meliputi penghentian pemadaman tanpa pemberitahuan, perbaikan infrastruktur secara serius, serta pemberian kompensasi atas kerusakan yang dialami.

Tanggapan dan Penjelasan dari PLN

Menanggapi keluhan ini, Manajer PT PLN ULP Tanjung Balai, Markus Marihot Manurung, mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Ia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat.

Manurung menjelaskan bahwa jaringan listrik yang melayani Kualuh Leidong merupakan jaringan terpanjang di wilayah kerjanya dan melewati banyak titik rawan. Tantangan utama yang dihadapi meliputi:

· Cuaca Ekstrem: Hujan dan angin kencang belakangan ini.
· Lingkungan Sekitar Jaringan: Banyak pohon dan tanaman milik warga yang tumbuh dekat jaringan listrik, serta aktivitas bermain layangan yang berpotensi menyebabkan gangguan.

Manurung menambahkan bahwa pihaknya sedang melakukan evaluasi dan pemetaan untuk menemukan sumber gangguan utama dan akan segera mengambil langkah perbaikan. Ia juga meminta dukungan masyarakat untuk bersedia menebang atau memangkas tanaman yang mengganggu jaringan listrik demi kenyamanan bersama.

Latar Belakang dan Konteks Lebih Luas

Gangguan listrik di Kualuh Leidong bukanlah masalah baru.Pada 2019, warga di lingkungan Sei Semburung, Kelurahan Tanjung Leidong, juga mengeluhkan infrastruktur listrik yang sudah tua dan berbahaya, di mana tiang listrik yang keropos disangga dengan kayu oleh warga sendiri. Keluhan serupa tentang kualitas listrik yang buruk dan kerusakan elektronik juga pernah dilaporkan dari desa lain di kecamatan yang sama.

Situasi ini berbanding terbalik dengan klaim pencapaian operasional PLN secara nasional. Dalam siaran persnya, PLN menyatakan telah berhasil menurunkan rata-rata frekuensi gangguan listrik nasional menjadi 3,23 kali per pelanggan per tahun pada 2024, atau turun 24.32% dari tahun sebelumnya. Frekuensi gangguan di Kualuh Leidong yang mencapai puluhan kali per bulan jelas jauh di atas angka rata-rata nasional tersebut.

Sampai berita ini diturunkan, ketegangan antara warga Kualuh Leidong dan pihak PLN masih berlangsung. Masyarakat menunggu langkah nyata perbaikan, sementara ancaman aksi massa masih mengemuka jika tidak ada solusi konkret.(Basri) 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *