IRAN, VALITO.CO
Presiden Republik Islam Iran Masoud Pezeshkian mengatakan, kami berkewajiban untuk mendengarkan protes, tapi membenci penghancuran, sabotase, pembunuhan dan pembakaran.
“Jika kita bersatu, tidak ada kekuatan manapun yang bisa mengalahkan kita. Kami menyambut protes, kami memandang protes sebagai karunia. Kami berkewajiban untuk mendengarkan protes, tapi membenci penghancuran, sabotase, pembunuhan dan pembakaran,” tegas Pezeshkian dalam pidato memperingati HUT ke-47 Kemenangan Revolusi Islam, Bundaran Azadi, Tehran, ibu kota Iran, Rabu (11/2/2026).
Dia menambahkan, “Bukanlah karakter bangsa Iran yang bersenjata membunuh sesama warga Iran sendiri. Bukanlah karakter bangsa Iran yang membakar masjid. Bukanlah karakter bangsa Iran yang merusak sarana transportasi publik, dan membakar fasilitas umum.
Bukanlah karakter bangsa Iran yang meminta pihak asing untuk menyerang negaranya sendiri. Tidak ada orang yang bebas (merdeka) meminta pihak asing untuk menyelesaikan urusan internal negaranya.”
“Kita duduk Bersama untuk menyelesaikan masalah internal kita sendiri. Saya dengan segenap kekuatan siap untuk menyelesaikan masalah ini.Tapi bukan dengan membakar, sabotase, maupun menyebarkan hasutan dan propaganda,” tambahnya.
Presiden Iran menuturkan, “Saya menghaturkan terima kasih kepada bangsa Iran, atas partisipasinya, atas kesabaran dan keteguhannya, serta dukungannya terhadap Pemimpin Besar Revolusi, dalam kondisi sulit saat ini.”
“Saya akan mengerahkan segenap kekuatan untuk melayani kepentingan bangsa Iran yang mulia dan besar ini. Saya yakin dengan persatuan dan kesatuan nasional, sinergi seluruh Lembaga legislatif, yudikatif dan keamanan bisa mengatasi masalah yang kita hadapi saat ini,” tegasnya.
Sumber: Parstoday Indonesian










